Easy

EASY merupakan sebuah series original dari Netflix yang disutradarai oleh Joe Swanberg. Selain menyutradarai, rupanya Joe Swanberg pun bertindak sebagai penulis, editor, dan produser. Wah, ngeborong kerjaan banget ya.

Series ini terdiri dari delapan episode pendek yang setiap episodenya nggak berkaitan langsung dengan episode berikutnya. Wikipedia menyebutnya anthology.

Nggak semua episode berdiri sendiri karena ada dua episode yang saling berkaitan namun penayangannya nggak berurutan. Setiap episodenya sendiri terbilang singkat, kira-kira tiga puluh menitan. Jadi kalau kalian pengen nonton yang singkat-singkat dan nggak harus mengikuti semua seriesnya, easy bisa jadi pilihan yang cocok buat kamu. Yah, hitung-hitung mengisi waktu luang.

Konten yang terkandung dalam series ini nggak bisa ditonton oleh sembarang orang atau usia. Nyaris di setiap episodenya terselip materi dewasa yang terbilang berani. Terutama episode dua dan enam. Gila! Kadang aku jadi berpikir sendiri, kok mereka bisa seberani dan senekat itu? Padahal ini cuman series pendek doang. Dibayar berapa, ya? Ah, tapi rasanya nggak etis kalau aku ngomong begitu. Mungkin aja kan mereka memang profesional. Masalah baper, itu cuma mereka dan Tuhan yang tahu, lol.

Alasan utamaku menonton series ini adalah kover yang supereyecatching. Seger aja mata kalau ngelihat kover di atas. Hingga akhirnya series ini menjadi salah satu pilihan debutku  begitu mulai berlangganan Netflix tahun lalu. Tapi begitu tahu kalau series ini adalah antologi, minat pun pelan-pelan menyusut. Tepatnya aku nggak tahu kenapa, tapi mungkin karena kurangnya ikatan emosional dengan para tokohnya. Bagaimana tidak? Aku cuma bisa ketemu tokoh tersebut dalam satu episode, selama tiga puluh menit, dan belum tentu si tokoh selalu hadir dalam rentang waktu tiga puluh menit tersebut. Selain itu tema yang diangkat pun terbilang mainstream, meski ada beberapa yang unik, atau lebih tepatnya absurd.

Berikut aku berikan gambaran perepisodenya. So sorry kalau ternyata malah spoiler karena…Well, I’m not even sure anybody out there would ever read this or visit my blog, lol.

  1. The F**king Study

1. The F--king Study

Episode ini menceritakan tentang pasangan suami istri yang mulai kehilangan gairah seksual dalam kehidupan rumah tangga mereka. Bukan cuma itu, ada pertukaran posisi dalam rumah tangga mereka. Si istri bekerja di luar sementara si suami mengerjakan pekerjaan rumah tangga dan mengurus anak sementara ia menyelesaikan proyek novelnya (Kalau nggak salah, habis lupa). Jadi, suaminya kerja di rumah. Tapi tetap aja aneh, ya. Menurutku sih aneh.

Mereka berusaha menghidupkan kembali gairah itu. Kebetulan saat itu pesta Halloween. Sang istri mengusulkan pada suami untuk ikutan pesta kostum, tapi tentu kostum yang menjurus ke seks, dong. Sementara kedua anak mereka sibuk ber-trick or treat ke rumah tetangga, kedua suami istri ini asyik dengan peran mereka. Namun usaha mereka selalu gagal karena ponsel mereka tak hentinya berdering. Giliran pula! Kalau nggak ponsel istrinya, pasti ponsel suaminya yang berbunyi. Mereka menyadari kalau mereka terlalu disibukkan dengan pekerjaan mereka. Akhirnya… Nonton aja sendiri. Selain itu, aku agak-agak lupa juga, lol. Setidaknya gambar di atas sedikit menunjukkan bagaimana perasaan mereka setelah usahanya gagal.

2. Vegan Cinderella

2. Vegan Cinderella

Selain mengungkit masalah vegetarian, episode yang satu ini juga mengangkat isu LGBT. Pelakunya ya dua orang di atas. Mereka bertemu dalam sebuah acara musik. Tiba-tiba aja mereka saling pandang dan saling tertarik satu sama lain. Lalu salah satunya mengajak yang lain pulang ke apartemen mereka. Di sanalah mereka bercinta dan itu tuh HOT banget. Uh, aku sampe ngeri gitu ngelihatnya. No offense, karena seks yang dilakukan oleh sesama jenis masih asing untuk kedua mataku. Bukannya aku menentang, loh, ya.

Lalu apa hubungannya dengan vegetarian? Gini, jadi yang rambutnya kayak cowok itu vegetarian sejati untuk alasan kesehatan dan demi rasa kasih sayangnya pada binatang (kalo gak salah (lagi!)). Dia memperlihatkan sebuah video tentang pemotongan hewan pada si cewek rambut bob (Sebenernya aku juga lupa apakah dia yang ngasih lihat atau si cewek rambut bob yang browsing sendiri di internet, forgive me). Didorong oleh rasa cinta dan solidaritas dan juga rasa iba setelah menonton video itu, maka si rambut bob memutuskan untuk ikutan jadi vegetarian. Tanpa disadarinya, menjadi vegetarian nggak semudah itu. Tubuhnya nggak terbiasa. Akibatnya dia nggak enak badan dan muntah-muntah. Si rambut cowok akhirnya tahu niatan si rambut bob. Dia menyambut baik, namun dia menyarankan agar menjadi vegetarian dengan ikhlas, bukan cuma karena ikut-ikutan. Selain itu, dia juga nggak keberatan kalau dia nggak bisa jadi vegetarian. So sweet. Sama aja ya gaya pacarannya dengan pacaran antara cowok dan cewek. Saling mendukung dan menerima apa adanya.

3. Brewery Brothers

3. Brewery Brothers

Episode ini adalah episode yang paling kurang menarik minatku karena temanya terlampau sederhana. Eits, bukan karena nggak ada hot scene-nya, loh. Serius. Ceritanya tentang dua kakak beradik yang membuka usaha minuman keras tapi ilegal. Mereka merahasiakan bisnis mereka dari istri sang kakak karena takut istrinya nggak kasih izin. Apalagi sekarang sang istri tengah hamil. Takutnya kepikiran. Namun lambat-laun rahasia mereka ketahuan juga (lupa gimana bisa ketahuannya). Istrinya jelas marah. Yang mengejutkan, istrinya justru marah karena nggak diajak rembukan soal bisnis ini. Di luar dugaan banget, kan! Dan itulah perempuan. Kalian, para pria, nggak akan pernah bisa menebak apa yang ada di pikiran seorang perempuan. You rock, woman!!!

4. Controlada

4. Controlada

Tema utama dari Controlada adalah CLBK alias Cinta Lama Bersemi Kembali. Sepasang suami istri harus menerima kedatangan mantan pacar sang istri yang juga merupakan teman mereka. Nggak cuma itu, si mantan pacar ini juga menginap beberapa hari di rumah mereka. Si suami nggak begitu cemas dengan masa lalu sang istri dan temannya karena dia yakin sang istri nggak akan berpaling darinya. Malah, nih, si suami dengan santainya meninggalkan istrinya dan si mantan pacar di sebuah bar karena dia mau pulang duluan. Mungkin karena di bawah pengaruh alkohol, si istri merasa cemburu ketika sang mantan pacar terlihat lebih asyik berdansa dengan cewek lain. Jadi dia berusaha menarik perhatian sang mantan pacar untuk berdansa dengannya.

Sampai di rumah, sang suami sudah tidur nyenyak. Si istri dan sang mantan berada di dapur untuk bikin minuman pereda efek alkohol. Dan tiba-tiba saja hasrat itu muncul. Apalagi si mantan begitu bernafsu begitu melihat kemolekan tubuh si istri. Si istri berusaha menolak, namun dia pun tak kuasa menahan hasratnya sendiri. Mungkin ada rasa kejenuhan setiap kali dia berhubungan dengan sang suami. Berbeda dengan mantan yang begitu bergairah, ketika dengan suami dia merasa flat aja gitu. Makanya mereka belum dikaruniai anak juga. Well, sepertinya nggak ada hubungan antara hasrat ketika bercinta dengan hamil tidaknya seseorang, ya, kan, ya, kan? Dan, nggak kira-kira, mereka bercinta sambil menghadap ke kaca superbesar yang tak bertirai! Hmm, memang begitu ya kalau dua manusia tengah dilanda hasrat. Dunia serasa milik berdua aja gitu.

Lalu ketahuan apa enggak nih perselingkuhan mereka? Sekali lagi, nonton aja sendiri ya, haha. Tapi kasihan juga ya si suami. Dia begitu percaya sama si istri dan temannya. Hiks. Dan puncaknya, gimana kalau pada akhirnya sang istri hamil? Kira-kira itu benihnya siapa ya?????

Jadi, sebesar apa pun rasa percayamu pada orang yang kamu cintai, jangan pernah sekali pun melepas bebas dirinya begitu saja untuk bergaul dengan seseorang yang pernah menjadi orang spesial di masa lalunya. Pokoknya JANGAN PERNAH! NEVER!

5. Art and Life

5. Art and Life

Yang paling menarik dari episode ini adalah kenyataan bahwa kita cenderung menilai seseorang negatif padahal pada dasarnya kita melakukan hal yang sama dengan orang yang kita nilai tersebut, dan parahnya kita nggak menyadari bahwa kotoran itu pun ada di pelupuk mata kita sendiri.

Berawal dari sebuah percakapan di bar tentang komik yang baru saja dirilisnya, sang komikus, yang karirnya mulai lesu, berakhir membawa seorang siswi fotografi, yang kebetulan menghadiri acara rilis komiknya, ke apartemennya. Di sana mereka bercerita banyak hal. Si siswi menyalurkan kegemarannya akan fotografi melalui selfie. Malah dia sedang berencana untuk membuka sebuah pameran karya-karya selfie-nya. Si komikus menyambut baik rencananya tersebut. Malah dia bersedia memenuhi undangannya untuk datang ke acaranya tersebut.

Setelah asyik mengobrol, mereka mulai kepikiran untuk melakukan hal lain yang lebih intim, apalagi kalau bukan bercinta?! Aku nggak habis pikir, kok mau ya si cewek itu bercinta dengan orang yang jauh lebih tua dari dia? Padahal dia sendiri cantik, seksi dan jelas masih muda banget. Mungkin memang begitu orang-orang seni, lol. Eh tapi, adegan seksnya nggak ekstrim, kok. Cuma sekedar aja.

Saat pagi menjelang, sementara si komikus masih tertidur pulas dengan kostum semalam habis bercinta, si siswi udah terbangun dan asyik berselfie ria di apartemen si komikus.  Lalu terbersit sebuah ide untuk memajang karya selfie dari komikus itu di galerinya,. Angle-nya saat si komikus sedang tertidur dengan bokong yang terekspos. Saat tahu fotonya ada di galeri, si komikus marah besar. Dia nggak terima dirinya dijadikan objek. Lalu dia melabrak si siswi di depan umum dan sontak kelakuanya menjadi tontonan orang yang hadir dan ramai-ramai mereka merekamnya. Tak lama tayangan dirinya yang mencak-mencak pun muncul di berbagai media. Salah satunya YouTube.

Menariknya, hal ini justru kembali menaikkan pamor si komikus. Karya-karyanya dia mulai kembali dicari dan diminati. Satu yang paling penting, bahwa siswi tersebut seolah menyadarkan si komikus bahwa dia pun pada dasarnya mengambil kehidupan orang lain untuk dijadikan ide dalam cerita-ceritanya. Memang benar, karena karakter cewek dalam komik si komikus adalah seseorang yang pernah ada dalam kehidupannya.  Jadi mereka berdua nggak ada bedanya, kan? Dan yah, akhirnya komikus itu pun sadar dan meminta maaf dan mensyukuri momen memalukan yang berakhir menjadi berkah.

6. Utopia

6. Utopia

Utopia ini merupakan episode yang paling HOT dan bikin aku merinding! Kenapa? Karena ya itu, HOT banget. Udah gitu yang main adalah Orlando Bloom dan seorang cewek yang menurutku mirip banget sama Kate Hudson atau Jamie Spears. Di sini mereka sempat melakukan threesome dengan, JRENG JRENG JRENG, teman mereka sendiri! OMG banget nggak, sih? Aku jadi berpikir-pikir, apa jangan-jangan karena adegan di series ini Orlando Bloom dan Miranda Kerr jadi cerai? Tapi setelah dicek, baru aku tahu kalau Orlando dan Malin (yang mirip Kate Hudson atau Jamie Spears) sudah bercerai dengan pasangan mereka masing-masing di tahun 2013, dan series ini dirilis tahun 2016. Well, tanggal dibuatnya sih nggak tahu. Kayaknya sama aja, deh. Jadi mereka berdua sama-sama nggak terikat pernikahan dan sereis ini menjadi ajang mereka berdua untuk… (Selesaikan sendiri ya, lol).Lucunya, kok Orlando Bloom malah deketnya sama Katy Perry, ya? Bukannya sama Malin? Nah, itu sepertinya menjadi pertanda bahwa mereka cuma akting doang. Ah, tapi hhhnnggg, entahlah.

Awal-awal mereka kepikiran untuk threesome adalah demi membangkitkan kembali hasrat mereka setelah sang istri melahirkan anak pertama mereka. Aku nggak paham maksudnya, tapi aku jadi berpikiran kalau hasrat sepasang suami istri akan menurun begitu sang istri melahirkan anaknya? Benar begitu, ya? Atau ini cuma terjadi pada pasangan tertentu aja? Yang pernah aku baca sih karena sang istri terlalu fokus sama sang bayi, jadinya dia kurang memperhatikan suaminya.

Oke, lanjut. Jadi kebetulan ada medsos bernama Tinder, yaitu ajang untuk cari jodoh gitu. Di sana sang istri mencari-cari calon partner untuk threesome. Di sini aku agak lost focus. Intinya, ternyata yang jadi partner threesome mereka adalah teman mereka sendiri. Dan, well, begitulah, awkward. Lagian, apa si istri nggak takut ya kalau ke depannya malah jadi ada rasa antara sang suami dan si teman?

Jadi, yang namanya naked sex scene, mereka bener-bener naked! Berani banget, deh! Kalau aku jadi istri Orlando Bloom, aku udah cemburu banget dan bentak-bentak dia karena mau-maunya beradegan seintim itu sama perempuan lain. Gila, pokoknya. Lucunya, mereka yang tadinya mau threesome malah  berakhir beda. Orlando dan Malin akhirnya menyelesaikan hubungan intim itu berdua aja, temannya cuma dijadikan starter, lol. Yah, tapi memang itu intinya kan ya.

7. Chemistry Read

7. Chemistry Read

Dari tujuh episode yang udah kutonton, Chemistry Read adalah yang paling membingungkan jalan ceritanya. Bukan jelek, cuma konfliknya itu bukan sesuatu yang mudah untuk kupahami. Tapi kira-kira episode ini mencoba menunjukkan perbandingan antara aktris muda dan juga aktris yang nggak lagi muda, alias berumur. Aktris muda memiliki begitu banyak pilihan (selama prestasinya bagus), termasuk meninggalkan pacarnya demi mengejar karir. Sementara si aktris berumur nggak memiliki pilihan sebanyak itu, atau malah nggak ada. Dia cuma bisa menjalani profesinya karena cuma itu yang tersisa untuknya. Setidaknya ada seorang lelaki (bukan pacar resmi, sih) yang selalu ada untuknya ketika dia membutuhkan seseorang.

Ah, pokoknya aku bingung sama ceritanya. Terutama endingnya, di mana si aktris muda main apaan tuh namanya, aku nggak tahu. Jadi permainan itu mengandalkan keberuntungan. Dan sepertinya si aktris muda tengah beruntung karena dia menang dalam permainan itu.

Oh, ada yang unik di sini. Kalo nggak salah cewek tomboy di Vegan Cinderella sempat muncul di sini, meski cuma bentar. Dia bawa sepeda gitu dan sempat ngobrol sedikit sama si aktris muda.

Di film ini juga ada adegan seksnya. Uniknya adegan seks itu dilakoni oleh si aktris berumur dengan teman prianya. Lumayan naked. Si aktris berumur nggak sungkan-sungkan melucut bajunya sehingga dadanya kelihatan jelas. Duh, nonton adegan seks ini lebih awkward ketimbang nonton seks orang lesbian, lol. Secara mereka kan nggak  lagi muda. Aneh aja gitu jadinya.

8. Hop Dreams

8. Hop Dreams

Sepertinya Hop Dreams ini adalah kelanjutan dari Brewery Brothers. Tokoh-tokoh utamanya sama semua dan ceritanya benar-benar tentang bisnis minuman ilegal mereka, dengan tambahan hamilnya pacar sang adik. yang entah kenapa terlihat seperti beban buat mereka berdua. Sumpah, aku nggak paham kenapa si pacar kelihatan stress banget begitu tahu dirinya hamil. Seingatku waktu di Brewery Brothers mereka nggak pernah meledek istri kakaknya yang tengah hamil. Entahlah.

Kali ini konflik yang diangkat adalah perbedaan pendapat antara si kakak dan si adik. Si kakak berusaha mengembangkan bisnisnya (kalau gak salah, maaf pikun) sehingga menerima sebuah media untuk meliput usahanya. Sementara si adik nggak suka dengan ide kakaknya. Dia ingin Brewery Brothers tetap menjadi tempat minum yang tersembunyi tanpa banyak orang yang tahu. Si Kakak menjelaskan bahwa dia melakukan itu demi kehidupan masa depan ia dan keluarganya. Apalagi sebentar lagi istrinya melahirkan. Dengan demikian kebutuhan hidup mereka pun ikut meningkat. Si adik nggak mau mengerti juga. Sampai akhirnya, ya itu, ketahuan kalau pacarnya hamil. Dia pun mulai memikirkan masa depannya.

Wah, ternyata kehamilan benar-benar membawa perdamaian, ya. Good luck buat kalian berempat!

Jadi itulah ringkasan dan pendapatku tentang series berjudul EASY. See ya on my next tv series review, guys.

Ditulis oleh

Sometimes She's in the Mood for Books, for Movies, for TV Series, for Music, to Write, or Doing Nothing at All and Be DEAD. She Just Goes with Her Own Speed. But Sure She'll Try Her Best to Catch Up with the World.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s