Flesh and Bone S1 : E1 – Bulling Through

Akhirnya aku bisa nonton series yang bertemakan balet. Dulu ada series tentang balet, judulnya Bunheads, yang dibuat oleh creator Gilmore Girls. Sayang waktu itu aku nggak sempat nonton karena nggak cocok jadwalnya (Sok sibuk). Dan aku ragu apakah udah beli DVD-nya atau belum. Yes, guys, I’m a hoarder: hoarder of books, CDs and DVDs. LMAO. Semoga udah punya atau someday itu bakalan diputar ulang. Even better, diputarnya di Netflix atau penyedia layanan lainnya di mana aku bisa download dan nonton sepuasnya. Fingers crossed!

Episode awal ini bercerita tentang seorang perempuan bernama Claire Robbins (Sarah Hay) yang kabur dari rumahnya dan pergi ke New York untuk ikut audisi di American Ballet Company. Entah apakah ini sekolah atau bukan (Well, kayaknya bukan, sih. Namanya aja company, lol). Yang jelas, ABC ini mau mengadakan sebuah pertunjukan besar dan banyak pebalet yang ikutan audisi di sana. Salah satunya Claire. She’s 21, btw.

Claire (2)

Awalnya Claire nyaris nggak lolos seleksi tahap awal karena ada rentang waktu lumayan lama di mana dia nggak aktif menari. Juga karena dia sempat keluar dari Pitssburgh Ballet. Itu suatu catatan buruk menurut tim seleksi. Untungnya dia nggak putus asa begitu aja. Dia memohon agar diberikan waktu untuk perform dua menit aja. (Ya iyalah! Secara dia udah kabur dari rumah dan membawa nyaris semua barangnya (Banyakan bawa buku, lho). Capek kan balik lagi?) Lucunya, waktu dia lagi perform malah nggak dilihatin sama kameranya. Cuma dilihatin wajah juri/penyeleksinya aja, lol. Kayaknya sih bagus narinya karena dia akhirnya diterima.

Jury

Nonton series ini jadi bikin teringat sama film Black Swan dan Center Stage. Selain topiknya sama-sama tentang balet, plotnya juga lumayan mirip, terutama dengan Black Swan. Claire diceritakan sebagai cewek yang polos dan pendiam dan rapuh. Buta urusan cinta dan seks (so far). Pebalet cowok di sebelah dia sampai bilang: “I smell a virgin.” ke temannya, dan itu masih bisa didengar Claire (Dasar!). Nama cowok tersebut Ross (Sascha Radetsky). Cowok ini ternyata yang pernah main di film Center Stage. Duh, kayaknya dia awet muda banget. Nggak susah buat ingat wajahnya lagi. Padahal itu kan film tahun 2000. Berarti udah tujuh belas tahun berlalu. Dia juga main di film balet Center Stage: On Pointe. Kalau nggak salah, pernah tayang di HBO baru-baru ini. Entar harus nonton, nih, kalau ada lagi.

Ross

Seperti halnya Nina Sayers di film Black Swan yang diajari cara “merangsang” dirinya demi menghayati peran, Claire pun diajari tentang “sentuhan” dan keistimewaan dirinya oleh Paul Grayson (Ben Daniels), sang manajer artistik.

Claire & Paul

Anyhow, aku ragu kalau Claire beneran buta soal seks dan lawan jenis. Endingnya bikin bener-bener mikir. Di endingnya diceritakan kakaknya Bryan (Josh Helman) menghubungi Claire. Dia lagi di kamarnya Claire sambil memegang patung balet mini yang lupa dibawa Claire. Yang bikin ngeri, dia nelepon sambil masturbasi gitu kayaknya. Serius.

Bryan

Dia memohon Claire untuk kembali. Dia juga minta alamat Claire, tapi nggak Claire kasih tahu. Nada suaranya jijay banget. Dia seolah nggak bisa hidup tanpa Claire. Iiih, apa jangan-jangan Claire dan kakaknya ini udah pernah berhubungan intim gitu, ya? I mean, she got raped? Alasan utama kepergian Claire dari rumahnya benar-benar sebuah misteri yang bikin penasaran. Masalah keluarga juga menjadi salah satu alasan Claire keluar dari sekolah balet yang prestisius itu. Ada raut wajah nggak nyaman sewaktu teman sekamarnya, Mia (Emily Tyra) menanyakan soal kakaknya. Claire bilang kakaknya baru pulang wajib militer dari Afghanistan. Entah bener atau cuma ngarang.

Before we go on, aku mau cerita sedikit soal Mia. Dia orangnya blak-blakan. Ngomongnya cepet pula, tanpa titik koma. Sumpah, aku sampai harus rewind beberapa kali demi bisa membaca apa yang dia omongin, lol. Secara akting, dia lumayan oke dan dia juga pemberani. Bayangin, di adegan pertama kemunculannya, dia udah melakukan adegan seks gitu sama seorang cowok. They’re fully naked! Aku nggak pernah lihat dia di film atau series lain. Tapi, wow, buat series aja dia berani melakukan adagen begitu.

Mia

Sama seperti film tentang balet lainnya, di series Flesh and Bone ini, especially episode satu yang baru aja aku tonton, juga banyak menayangkan kegiatan para pebalet waktu lagi pemanasan, latihan sama guru yang killer, kaki yang cedera bahkan sampai kuku kakinya lepas (ewww) dan persaingan di antara mereka yang terjadi begitu cepat. Bayangin, mereka baru kenal tapi tatapan mata udah pada menusuk gitu. Seolah mereka bisa mencium kalau seseorang adalah pesaing mereka.

Slideshow ini membutuhkan JavaScript.

Karena tekanan yang begitu tinggi, beberapa dari mereka ada yang pakai obat penenang atau kokain. Paul sendiri punya orientasi seksual yang menyimpang. Yes, he’s gay. Entah deh cowok-cowok pebalet yang lain apakah sama kayak Paul dan apakah para pebalet cowok memang rentan memiliki orientasi seksual tersebut. Dari gerak tubuhnya udah begitu, soalnya. Pada kemayu. No offense, okay? Belum tentu juga yang kemayu itu gay, kan?

Ada satu hal dari kehidupan balerina yang belum pernah aku lihat di film-film balet lain, yaitu menaruh sepatu balet di kulkas! OMG, apa nggak bau, ya? Memang sih kelihatannya bersih, tapi masa sampe ditaruh di kulkas? Digabung pula sama makanan dan minuman yang ada di sana. Kalau dipisah sih masih mending.

Ref

Episode pertama series ini lumayan menarik meski terkesan mainstream karena di mana-mana film balet pasti plotnya seperti itu. Setidaknya ada misteri mengenai kehidupan keluarga Claire, terutama dengan Bryan, kakaknya. Selain itu aku selalu menikmati tari balet, termasuk yang disuguhkan dalam series ini. Aku jatuh cinta sama kelenturan tubuh mereka. Claire keren dan penuh perasaan banget narinya. Aku jadi ikutan sedih waktu dia nari adagio. 

Meski terkadang aktingnya Claire agak kurang di scene tertentu, tapi secara garis besar dia udah bagus memerankan cewek broken home yang pendiam nan misterius. Pemeran Daphne, Raychel Diane Weiner, juga kurang oke sih menurutku (Padahal perannya terbilang mirip sama Mila Kunis di Black Swan, yang dimainkan dengan sangat apik oleh Mila dan bikin aku ngefans banget sama karakter Lily). Kecuali waktu dia nari striptease baru oke banget, lol. Serius. It’s a compliment.

Daphne ceritanya anak orang kaya. Rumahnya gede, lemari pakaiannya mirip punya artis-artis, view kamar tidurnya keren banget. Dia punya rahasia, yaitu dia suka nari striptease di sebuah klub. Dia kesayangan bos. Cuma Claire yang dikasih tahu soal ini padahal dia baru kenal Claire sehari. Waktu dia nari striptease, dia pake lagu Yeah Yeah Yeahs yang judulnya Phenomena and it was sooooo awesome (Aku langsung nge-add lagunya di iTunes). Tariannya bagus banget. Gerak tubuhnya pas sama lagunya. Tapi… kenapa pas dia nari balet malah kurang bagus, ya? Apa dia bukan pebalet sungguhan, tapi justru penari striptease asli? It could be, right? Tapi pas aku cek di IMDb, dia memang penari balet juga, ternyata. Mungkin karena dilihatin sekilas aja tarian baletnya, jadi kurang terekspos kalau dia juga sebagus Claire.

Daphne

Seperti yang udah kusebut dikit-dikit di atas, aku nggak nyangka kalau series ini bakalan menayangkan adegan-adagan seks yang supernaked. Mereka naked nggak pas lagi berhubungan intim aja, tapi pas lagi kumpul di loker juga ada seorang cewek yang naked dan dengan cueknya bergabung sama yang berbaju lengkap. Selain itu, Sarah Hay, yang jadi Claire, juga ada adegan nakednya, lho. Dia lagi menatap ke cermin sambil menutupi bagian dada dan bagian genitalnya, entah untuk maksud apa. Apakah dia punya trauma dengan bagian tubuhnya? Intinya, aku nggak nyangka banget series ini bakalan seberani itu menampilkan adegan-adegan dewasa. Thank God I’m of age. Dan aku nggak sabar nonton episode selanjutnya. Kira-kira hal-hal unik dan mengejutkan apa lagi yang akan ditampilkan dari kehidupan para pebalet ini? Apalagi persaingan semakin memanas karena Claire yang akhirnya terpilih jadi pemeran utama pertunjukan tersebut.

***

 

 

MY FINE LINE

 

“Miracles? They are for the ignorant, the poor and the dying.”

(Laurent Brousseau)

 

“We have in our possession, a star who is ready to ascend. And if we make the right choices, we will rise with her.”

(Paul Grayson)

 

“Ballet is the ultimate optical illusion. We make effort appear effortless. We make difficult divine. And we make gravity our bitch. We live to dance, and we dance because of you.

(Paul Grayson)

 

“Your feet are your trade.”

(Laurent Brousseau)

 

“I feel lucky. I can’t tell you how long it’s been since I’ve felt that way.”

(Claire Robbins)

 

“You need to understand your power, your talent, your beauty. Harness it. Love it. Use it. And never forget. You’re mine.”

(Paul Grayson)

 

“When you get hurt, count me in.”

(Romeo)

 

“Let’s start with the fact that everyone’s gonna hate you.”

(Mia)

 

“I’m not naysaying. I’m just saying and you don’t like hearing it.”

(Jessica)

 

“God, I love first days. They’re so full of possibility.”

(Paul Grayson)

 

“Welcome to the fray, new girl. Try not to fit right in unless you want to spend your whole salary on shrinks.”

(Daphne)

 

“You think this is a democracy? Everything and everyone here is mine to do with as I will!”

(Paul Grayson)

 

“You’re not special. You know that, right? Infuse an adagio with what you just happen to be feeling. Anyone can do that. I wonder if you’d still be here if you had to skip through a grand allegro with a big kiss-ass smile on your face.”

(Kiira)

 

 

MY BEST SHOT

 

 

 

***

 

Sutradara: David Michôd

Penulis Skenario: Moira Walley-Beckett

Tanggal Tayang: 2 November 2015

Durasi: 64 Menit

Rating: 3½ dari 5 Bintang

Nonton di: Amazon Prime Video

 

 

Ditulis oleh

Sometimes She's in the Mood for Books, for Movies, for TV Series, for Music, to Write, or Doing Nothing at All and Be DEAD. She Just Goes with Her Own Speed. But Sure She'll Try Her Best to Catch Up with the World.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s