Pretty Little Liars S1 : E2 – The Jenna Thing

Seandainya keempat sekawan ini dari awal ngaku aja kalau mereka sempat minum-minum/mabuk di malam Alison menghilang, aku yakin mereka nggak akan diinterogasi terus-menerus seperti ini. Mereka akan hidup tenang. Lalu habis itu nggak akan ada Pretty Little Liars lagi deh, lol. Ah, tapi memang keempat sekawan ini sepertinya menyimpan terlalu banyak kebohongan, dari yang kecil sampai yang besar. Salah satunya soal apa yang terjadi pada Jenna sampai dia harus kehilangan kedua penglihatannya. Aku yakin, keempat sekawan ini pun pasti menyimpan rahasia dari satu sama lain. Cuma diri mereka sendiri yang tahu. Yang jelas, keempat sekawan ini sepakat untuk berpegang pada pengakuan mereka dulu, waktu pertama kali Alison menghilang. Akibatnya, Detektif Wilden curiga kalau mereka cuma menghafal. Dia yakin ada yang nggak diceritakan oleh mereka berempat.

PLL (8)

Di episode dua ini, mayat Alison akhirnya ditemukan. Anehnya, mayat itu ditemukan di halaman rumahnya sendiri, yang kini udah ditempati Maya! Kok bisa ya? Selama ini polisi nggak ada nyari di sana gitu? Aneh. Detektif Wilden pun membuat pernyataan bahwa Alison mati karena kehabisan napas/dicekik dan ada bekas pukulan benda tumpul di kepalanya.

Karena rumahnya banyak dikunjungi orang dan jadi TKP, Maya ngerasa nggak nyaman. Akhirnya ibunya Emily menawarkan Maya untuk tidur bareng Emily. Nah, ada yang unik di sini. Kalau di Indonesia, biasanya soal menginap seperti ini bukan masalah besar. Apalagi rumah mereka sebelahan. Tapi mungkin ini budaya di Amrik ya kalau urusan menginap itu adalah wewenang orangtua. Seorang anak kayaknya nggak boleh memutuskan apakah temannya boleh menginap atau enggak. Emily kayak ngerasa bahagia banget karena ibunya mau menawarkan itu pada Maya. Hal ini membuat Emily semakin merasa ada “perasaan lain” yang dia rasakan pada Maya.

PLL (15)

Terus, buat urusan makan malam juga. Mamanya Hanna menyuruh Hanna untuk meminta Sean pulang. Kenapa bukan sekalian ajak makan malam bareng aja, ya? Kan pacar anaknya ini. Kadang aku bingung. Nawarin dikit, kek. Eh, btw, aku jauh lebih suka model rambut Ashley yang ini ketimbang yang di episode satu.

PLL (9)

Aku juga salut sama sikap Sean soal pilihannya untuk nggak melakukan “hubungan” yang lebih jauh lagi dengan Hanna di tengah desakan Hanna. Kebalikannya, Ben. pacarnya Emily, justru ngebet banget melakukan itu sama Emily sekalipun Emily menolak. Gimana seandainya mereka tukar pasangan? Pasti udah bablas. Meski itu udah biasa di Amrik sana, tapi jangan deh. Nanti aja.

Aria awalnya memutuskan untuk nggak mengikuti kelas Mr. Fitz karena dia nggak yakin bisa berlaku normal di hadapan dia. Meski berat, Mr. Fitz menandatangani surat keluar itu. Tapi kenyataannya permintaan Aria tersebut ditolak oleh pihak sekolah. Jadinya Aria tetap harus mengikuti kelas Mr. Fitz.

PLL (21)

Aku nggak akan bicara panjang lebar karena bentar lagi series ini akan hilang semuanya di Iflix. Entah kalau di Netflix. Jadi aku harus buru-buru nonton. Tapi sepertinya di Netflix akan tetap ada sih. Soalnya cuma di Netflix aja yang ada season tujuhnya, which is season terbaru series ini. Jadi kemungkinan besar semua seasonnya akan tetap ada di Netflix. Hopefully. 

Intinya, Jenna sungguh mencurigakan. Dia benaran buta apa enggak, sih. Terus si Alison mengarang cerita apa enggak soal Toby yang mengintip mereka berlima lagi ganti pakaian? Pasalnya cuma dia aja yang “melihat” ulah Toby. Kalau ternyata dia mengada-ada, kasihan banget Toby. Dan Melissa gak jadi nikahan gara-gara dia memergoki Wren dan Spencer lagi ciuman. Makin menjadi aja persaingan di antara mereka.

Ada beberapa scene di series ini yang berasa tiba-tiba ada di sana. Aneh aja gitu. Contohnya, Emily yang tiba-tiba nangis di pojokan rumahnya, Aria dan Ella yang ketemuan sama Ezra di bioskop, Aria yang tiba-tiba kehujanan lalu ikut di mobil Ezra. Aku paham isi scene-nya, tapi kalau dihubungkan dengan scene sebelumnya, kayak loncat. Jadi agak nggak nyambung. Meski begitu aku tetap menikmati episode dua ini.

Before I go, buku yang dibaca masih buku To Kill A Mockingbird. Ezra, Aria dan Ella nonton film klasik It Happened One Night. Aku udah baca bukunya dan udah nonton filmnya juga. Bagus. The worst dress in this episode is this dress wore by Aria. Jelek banget, mana kehujanan pula. Jadi tambah jelek.

PLL (3)

Episode diakhiri dengan Spencer yg lagi lari sore. Lalu dia melihat Jenna duduk di sebuah bangku sambil pegang hape dan alat ketik buat orang tunanetra, saying “Send text now.” Lalu Jenna menoleh ke arah Spencer, seolah dia menyadari keberadaannya.

PLL (10)

 

 

MESSAGES

 

“Dead Girls Walking…”

(From A to Aria)

 

“If only she could see how guilty you look…”

(From A to Spencer and Maybe to All)

 

“Did you get a goodnight kiss? Here’s one from me. XO…”

(From A to Emily)

 

“When students kiss teachers, someone gets HURT. That’s a promise I’ll keep…”

(From A to Aria)

 

 

MY FINE LINE

 

 

“Everyone misunderstood Alison, but I knew exactly who she was.”

(Jenna Marshall)

 

“See, the thing is, Hanna, I don’t care if you were drinking the night Alison went missing. I care about you and your pretty friends knowing who killed her. Your mom may be hot, Hanna. But she’s not hot enough to make that go away.”

(Detective Darren Wilden)

 

“I had very strong feelings for Meredith. And my attraction to her took me completely by surprise. I had no intention of being unfaithful to your mother. And you’re too young to understand this. But the truth is I gave into my emotions.”

(Byron Montgomery)

 

“Ali knew all of our secrets, but we never knew any of hers.”

(Aria Montgomery)

 

“How was it that  Ali told us nothing and we told her everything?”

(Aria Montgomery)

 

“Because she made us feel like we were a part of something special.

(Emily Fields)

 

“She’s a teenage girl, Ella. Aren’t they all moody and unpredictable?”

(Byron Montgomery)

 

“Look, I like the girl you used to be just like I like the girl you are now.”

(Sean Ackard)

 

“Winning’s great, but if I’ve done my best, I usually feel good about the outcome, no matter what. Spencer needs to win.”

(Emily Fields)

 

“Good girls don’t kiss and tell.”

(Maya St. Germain)

 

“Maybe I’m not the person everyone thinks I am.”

(Emily Fields)

 

“In some ways, finding out Ali is really gone has brought us back together. But it’s still not what it used to be. We were friends because of Ali.”

(Emily Fields)

 

“You know, I don’t grow up in a family like yours, so I don’t know that kind of pressure. But I can imagine it could be unbearable at times.”

(Wren Kim)

 

“My life has been my choice.”

(Wren Kim)

 

“It’s too hard to sit in this room everyday and call you Mr. Fitz”

(Aria Montgomery)

 

“Look, Aria. I don’t like to lie, but sometimes telling the truth does more harm than good.”

(Byron Montgomery)

 

 

MY BEST SHOT

 

***

 

 

Sutradara: Liz Friedlander

Penulis Skenario: I. Marlene King & Maya Goldsmith

Berdasarkan Novel Karya Sara Shepard: “Pretty Little Liars”

Musik: Mike Suby

Sinematografer: Dana Gonzales

Desain Kostum: Amy Stofsky

Tayang Perdana: 15 Juni 2010

Durasi: 42 Menit

Nonton di: Iflix (Juga Ada di Netflix)

Rating: 4 dari 5 Bintang

 

 

 

Ditulis oleh

Sometimes She's in the Mood for Books, for Movies, for TV Series, for Music, to Write, or Doing Nothing at All and Be DEAD. She Just Goes with Her Own Speed. But Sure She'll Try Her Best to Catch Up with the World.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s