Fleabag S1 : E2

Episode ini dibuka dengan adegan teatrikal di awal cerita. Ini terjadi ketika Fleabag tengah berada di sebuah kereta. Tiba-tiba orang-orang di sekitarnya jadi bertingkah aneh selama beberapa detik secara serentak, lalu kemudian kembali ke aktivitas semula dan berlanjut lagi. Mereka seperti kesurupan, gitu. Fleabag merasa aneh dengan kejadian itu dan mengira dia sebentar lagi dapet. Aku bingung juga, awalnya. Tapi mungkin Phoebe, yang berperan sebagai Fleabag sekaligus penulis ceritanya, mencoba menggambarkan suasana hati seorang wanita ketika lagi PMS. Emosinya naik turun. Sedetik dia santai, sedetik lagi dia bisa beringas”. Mungkin. Iya, mungkin begitu yang dialami Phoebe di kehidupan nyatanya, lol.

Kali ini Fleabag mendatangi rumah kakaknya untuk ketemu Martin (Brett Gelman), kakak iparnya, untuk menitipkan karya seni curiannya. Itu loh, patung yang dia ambil dari rumah ayahnya. Sepertinya Martin ini bekerja di bidang seni, lebih tepatnya sebagai penjual karya-karya seni. Fleabag sepakat untuk memberi komisi 10% jika patung tersebut berhasil dijual.

Fleabag (4)

Episode ini nyaris selucu episode satu. Fleabag nggak cuma makin narsis, tapi juga nggak tanggung-tanggung mematok harga makanan dan minuman di cafenya. Pasti karena kepepet utang. Dengan santainya dia bilang “London”, ke pembeli. Untungnya pembeli itu pada maklum, meski sempat mendengus juga. “Keunikan” lain dari Fleabag yang baru tereskpos di episode ini adalah dia suka nyolong di mini market dekat rumahnya. Nekat banget nih orang. Dan ini katanya bukan yang pertama kalinya. Anehnya, usaha penjaga mini market untuk mengejar Fleabag nggak begitu maksimal. Penjaga tersebut cuma mencak-mencak di depan tokonya sementara Fleabag lari tunggang-langgang. Oh, mungkin karena nggak ada orang lain yang jaga toko dia. Kalau dia sibuk mengejar Fleabag, bisa-bisa dia kehilangan barang lagi dari tokonya. Hmm, masuk akal.

Ada yang lebih ekstrem lagi dari kebiasaan tokoh Fleabag ini. Bukannya cowoknya yang suka browsing porn websites di Internet, tapi ini justru Fleabag yang berbuat begitu. Histori di laptopnya penuh dengan websites tersebut. Ini bikin Harry benar-benar marah. Udah gitu, Fleabag ini suka banget masturbasi, padahal dia cewek! Tapi begitu diminta sama Harry biar nggak melakukan itu, dia malah pura-pura nggak tahu apa itu masturbasi, lol. Dan ngakunya dia nggak tahu caranya gimana! Damn!!! Sumpah deh cewek yang satu ini. Bener-bener gila!  

Claire juga makin lucu di sini. Seperti biasa dia sok prihatin sama kehidupan Fleabag, dan akan sebal setiap ada berita baik dari Fleabag. Padahal dia hidupnya udah enak, tapi masih aja berharap Fleabag lebih menderita dari dia. Meski sebenarnya ini sesuatu yang negatif, tapi sisi ini selalu diceritakan dengan lucu, jadinya ya bikin ketawa.

Episode diakhiri dengan putusnya hubungan Fleabag dan Harry untuk yang ke sekian kalinya. Dan kali ini Harry membawa semua barang miliknya dari rumah Fleabag, termasuk mainan dinosaurusnya. Kalau udah begitu, kemungkinan besar dia nggak akan kembali lagi. We’ll see. Harry ini kan memang moody and fragile banget orangnya.

By the way, aku baru ngeh kalau cowok yang di swalayan itu adalah si Arsehole Guy. Sebenarnya dari dialognya udah disebutin dengan istilah lain, tapi nggak nyangka aja itu dia. Wajahnya agak beda, sih.

***

 

 

MY FINE LINE

 

“Oh, it must be my lucky day. You said she only likes to talk to people she fancies.”

(Martin)

 

Dialogue:

Fleabag: Don’t tell Claire. Please.
Martin: Or what?

Fleabag: Or I’ll… I’ll
Martin: You got nothin’ on me, Princess.

Fleabag: (Chuckles) Or I’ll tell her you’re watching gang bangs.
Martin: (sighs) Please, don’t do that again…. I wasn’t, by the way.

 

“I’m not obsessed with sex. I just can’t stop thinking about it. The performance of it. The awkwardness of it. The drama of it, The moment you realize someone wants your body. Not so much the feeling of it.”

(Fleabag)

 

“I took half an hour trying to look nice. And I ended up looking amazing.”

(Fleabag)

 

“Boo’s death hit the paper. Local café girl gets hit by bike. And a car. And another bike.

(Fleabag)

 

“I’m so happy with my body now that I don’t have to define myself by how I look. I’ve just got a fucking great body.

(Yoga Girl)

 

“I don’t feel anything about guinea pigs. They’re pointless. But Boo took Hillary very seriously as a gift, and soon everything became guinea pig related.”

(Fleabag)

 

“I wish he’d just fuck me. All he wants to do is make love. He’s wasting me. I was once fucking this guy who would breathe on every thrust. I masturbate about that all the time. I masturbate a lot these days. Especially when I’m bored. Or angry. Or upset. Or happy.”

(Fleabag)

 

Dialogue:

Fleabag: You okay? You look stressed.
Claire: Well, I’m successful, so… (sighs) Do you have rye bread?
Fleabag: Uh, no, but I have some normal bread you can puke up after.

 

“Don’t make me hate you. Loving you is painful enough.”

(Harry)

 

“Do you want to be alone? Then you’ll never see me again.”

(Harry)

 

“I don’t hate you. I’m scared for you.

(Harry)

***

 

MY BEST SHOT

 

***

 

Sutradara: Harry Bradbeer

Penulis Skenario: Phoebe Waller-Bridge

Tanggal Tayang USA: 16 September 2016

Durasi: 26 Menit

Berdasarkan Drama Tunggal Karya Phoebe Waller-Bridge: “Fleabag”

Nonton di: Amazon Prime Video

Rating: 4½ dari 5 Bintang

 

 

 

Ditulis oleh

Sometimes She's in the Mood for Books, for Movies, for TV Series, for Music, to Write, or Doing Nothing at All and Be DEAD. She Just Goes with Her Own Speed. But Sure She'll Try Her Best to Catch Up with the World.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s