Gypsy S1 : E1 – The Rabbit Hole

“I used to believe that people determined their own lives. We were in control, commanding our futures, choosing our spouses, picking professions, responsible for the decisions that shape the course of our lives. And yet, there is one force more powerful than free will. Our unconscious. Underneath the suits, behind closed doors, we’re all ruled by the same desires. And those desires can be raw and dark and deeply shameful. The more you watch someone, the more you realize, we are never really who we say we are. In fact, hidden underneath, there’s always a secret. We might actually be someone else.”

***

 

Di series ini, Naomi Watts berperan sebagai seorang terapis bernama Jean Holloway. Terapis di sini bukan terapis macam tukang pijit di tempat massage, ya. Tapi kayak psikolog gitu, atau psikiater? Aku masih nggak begitu paham sama perbedaan kedua profesi tersebut. Dan sekarang ditambah istilah terapis, jadi makin bingung. Intinya, Jean Holloway kerjanya mendengarkan curhatan orang-orang.

Gypsy

 

Curhatannya bisa macam-macam. Dari mulai cerita seorang Ibu, Claire Rogers (Brenda Vaccaro), yang cemas karena anaknya nggak juga menikah dan semakin menjaga jarak dengannya, curhatan seorang cowok bernama Sam Duffy (Karl Glusman) yang nggak bisa move on setelah putus dari pacarnya, dan curhatan seorang cewek remaja, Allison Adams (Lucy Boynton), yang nggak bisa lepas dari drugs dan bebannya karena udah mengecewakan ibunya.

Yang menarik dari sosok Jean ini, dia seolah ingin masuk lebih dalam ke masalah si pasien tanpa sepengetahuan pasien tersebut. Sepertinya ini pula yang menjadi salah satu alasan Jean nggak pake nama aslinya waktu pesan kopi di sebuah kedai. Dia menyamar sebagai Diana/Diane. Bagian ini menjadi awal cerita dari series ini, jadi awalnya aku bingung kenapa dia nyamar. Kirain sekadar iseng doang. Tujuan utamanya datang ke kedai tersebut adalah untuk mengenal lebih dekat sosok Sidney Pierce (Sophie Cookson), mantan pacarnya Sam. Bahkan, setelah ngobrol lama sama Sidney, seperti ada tanda-tanda “ketertarikan” di antara mereka berdua. I’m wondering around… XD

Gypsy (5)

Nggak cuma itu. Jean pun sepertinya sengaja nyalon di sebuah salon yang juga menjadi langganan anaknya Claire Rogers. Dia pasti ingin menggali lebih dalam tentang apa yang sering dicurhatkan Claire perihal anaknya setiap kali terapi. Aku menduga alasan Jean melakukan pendekatan itu supaya bisa memberikan solusi yang tepat buat para pasiennya. Untuk itu, dia butuh mendengar cerita dari kedua belah pihak tanpa diketahui si pasien. Jadi kesannya dia terapis yang hebat, kali, ya? Tapi anehnya, kadang aku merasa Jean justru nggak menikmati pekerjaannya. Setiap dia berhadapan dengan pasiennya, terutama Claire dan Sam, dia kayak nggak enjoy gitu. Kayak malas. Nyatanya dia justru rela masuk sedalam itu.

Jalan cerita series ini terbilang slow tapi tetap asyik buat diikuti. Sampai-sampai nggak kerasa udah hampir sejam waktu berlalu. Apalagi karena aku suka sama series yang bertemakan psikologis. Lewat series ini pun aku jadi tahu kehidupan para terapis yang juga punya masalah hidup sendiri. Malah Jean harus minum obat juga untuk menenangkan dirinya. Jean seolah nggak ada bedanya dengan pasien dia sendiri.

Gypsy (6)

Masalah sendiri udah ada, dan sekarang ditambah masalah dari para pasiennya. Pasti beban banget, ya. Dan mereka curhatnya sama siapa? Mungkin sama suami atau sama sesama terapis, lol? So, salut buat para terapis yang rela menambah stress hidupnya demi meringankan beban pikiran orang lain.

Di series ini digambarkan juga suasana meeting para terapis. Solusi terbaik apa yang sebaiknya diberikan pada pasien supaya dia nggak terus-terusan mengulangi kesalahan yang sama. Strateginya seperti apa? Makin terlihat berat deh profesinya.

Sama dengan Big Little Lies, di series ini juga ada tokoh anak kecilnya yang berperan sebagai anaknya Jean Holloway, yaitu Dolly Holloway (Maren Heary). Karakternya nggak jauh beda dengan tokoh anak-anak di series tersebut. Cerdas dan aktingnya ngegemesin.

Gypsy (19)

Btw, aku lihat di IMDb, genre series ini adalah thriller. Aku jadi penasaran, kira-kira apa akan ada semacam pembunuhan? Siapa tahu Jean kalap atau gimana. Who knows, right? 

***

 

MY FINE LINE

 

 

“I read that women over 35 are 53% more likely to end up alone. I read that in the Sunday Times.”

(Claire Rogers)

 

“I’m not your friend. I’m your therapist, Claire.”

(Jean Holloway)

 

“I don’t judge, and who care what I think, anyway.”

(Jean Holloway)

 

“It’s like… we’re all searching for a larger meaning. And Sidney was it for me. Maybe I’ve always been searching for a reason with all the crazy shit going on in the world. She was persuasive. It’s like staring at the sun. You know you should probably stop, but it’s the most intense feeling in the whole world that you can’t help but look. And being the one in her favor, there’s nothing better.”

(Sam Duffy)

 

“I’m not questioning that we support our patients, but if they keep making poor choices, maybe we need to change tactics. It’s just disheartening that sometimes all we can do is help them keep their head above water.”

(Jean Holloway)

 

“Okay, my point is, even if I was the best therapist in the world, there’s no way I could cure anyone’s issues with monogamy.”

(Larin Inamdar)

 

“I’m not a miracle worker. Therapy’s a serious commitment, and it begins with communication. So let’s start with why you’re here.”

(Jean Holloway)

 

“No one I care to hang with. Unless you’re not free.”

(Sidney Pierce)

 

“Are you calling me a slut? Because I’m not.”

(Sidney Pierce)

 

“How vain it is to sit down and write when you’ve not stood up to live. Thoreau.”

(Sidney Pierce)

 

“I can’t explain it, but… there’ something about you that reminds me of me.

(Sidney Pierce)

 

“Emotions change like the wind.”

(Jean Holloway)

 

Dialogue:

Jean: I’m really sorry to hear that.

Allison: Why? You just met me.

Jean: Can I ask… what made you keep going with the drugs?
Allison: it’s the fucking high, man. It’s like without it, shit’s just gray, you know? It’s like you never felt a single fucking thing walking around this place until it goes through your body. And i would do it all over again, knowing everything, too. It was just beyond my control. You ever felt like that?

***

 

 

MY BEST SHOT

***

 

 

Sutradara: Sam Taylor-Johnson

Penulis Skenario: Lisa Rubin

Musik: Jeff Beal

Sinematografer: Bobby Bukowski

Desain Kostum: Catherine Marie Thomas

Tayang Perdana: 30 Juni 2017

Durasi: 58 Menit

Nonton di: Netflix

Rating: 3½ dari 5 Bintang

 

Ditulis oleh

Sometimes She's in the Mood for Books, for Movies, for TV Series, for Music, to Write, or Doing Nothing at All and Be DEAD. She Just Goes with Her Own Speed. But Sure She'll Try Her Best to Catch Up with the World.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s