Gabriel Finley & The Raven’s Riddle

Dulu, setiap manusia memiliki seekor raven sebagai amicus, sahabatnya, sebelum semua berubah … 

Gabriel Finley hanyalah anak laki-laki biasa yang sangat menyukai teka-teki. Kejutan dalam hidup Gabriel dimulai saat dia berulang tahun yang kedua belas, dan mendapatkan hadiah sebuah buku harian. Buku harian milik ayahnya yang sudah menghilang tiga tahun lamanya. Buku itu bukan buku harian biasa. Gabriel dituntun membuka rahasia keluarga dan hubungan antara manusia dan raven, juga musuh bebuyutan mereka, valraven.

Apa yang sebenarnya membuat ayah Gabriel menghilang? Bisakah Gabriel memecahkan teka-teki besar ini?

***

Aku bukan penggemar berat genre fantasi dan nggak tahu banyak soal buku bergenre ini. Jadi, waktu awal-awal join di Goodreads, banyak teman yang bacaannya bergenre fantasi tapi yang sekelas dengan The Lord of the Rings. Berat, kan? Aku pernah baca buku ke satunya dan itu lama banget selesainya. Jadi, sejauh ini genre fantasi populer yang udah kubaca cuma sebatas Harry Potter, Dorothy Must Die, Miss Peregrine dan cerita fantasi anak-anak lainnya.

Buku Gabriel Finley & The Raven’s Riddle ini akhirnya jadi pilihanku karena:

  1. Aku pengen menambah bacaan fantasiku.
  2. Kayaknya buku ini nggak begitu populer di kalangan teman-teman. Kadang aku pengen baca buku yang nggak hype.
  3. Ini sepertinya fantasi yang ringan. Tokohnya anak-anak seusia Harry Potter di buku kesatu. Gabriel lebih tua setahun dari Harry Potter.
  4. Ini tentang teka-teki dan raven. Cukup unik.
  5. Ini terbitan Tiga Serangkai. Seingatku penerbit ini cuma menerbitkan buku-buku pelajaran, jadi patut dicoba. Memang sih yang menerbitkan imprint-nya.

Di beberapa bagian, aku merasakan nuansa Harry Potter di dalamnya. Nggak mirip-mirip banget. Tapi kadang aku merasa plot dan benda/karakter di buku ini mirip dengan yang kutemukan di buku-buku Harry Potter. Contohnya, kartu pos yang gambarnya bergerak, meja tulis yang berpindah-pindah, dan buku harian yang bisa dijadikan tempat bertanya. Nasib orangtua Gabriel pun nggak jauh beda dengan nasib orangtua Harry Potter. Ibu Gabriel meninggal sewaktu dia masih kecil dan ayahnya menghilang. Akhirnya Gabriel tinggal bersama Bibi Jaz. Untungnya Bibi Jaz ini baik, nggak kejam seperti Paman Vernon dan Bibi Petunia. Pada saat ulang tahunnya yang kedua belas, seperti Harry Potter di ulang tahunnya yang ke sebelas, Gabriel mulai dihadapkan dengan jati dirinya yang lain. Dia spesial. Dia punya kemampuan berbicara dengan raven. Dan ternyata kesukaannya terhadap teka-teki akan sangat membantu misinya nanti.

Yang paling “mengejutkan”, buku ini seolah ingin menciptakan hewan tandingan bagi para burung hantu di serial Harry Potter! Di buku ini, raven menjadi tokoh protagonis dan burung hantu adalah musuh mereka. Burung hantu dijelek-jelekkan banget di sini, lol. Tapi… ternyata “adu domba” itu cuma di halaman-halaman awal. Selain itu, seperti halnya penyihir, ada yang baik dan ada yang jahat, raven pun demikian. Untuk torc, yang menjadi benda buruan Corax, kekuatannya agak mirip dengan cincin di The Lord of the Rings. 

Aku cukup menikmati jalan cerita buku ini. Gaya berceritanya asyik, apalagi salah satu tokoh pentingnya adalah raven. Penulis juga cukup banyak bercerita soal burung yang dibumbui dongeng. Bagian ini salah satu bagian yang lucu dari buku ini. Tokoh-tokoh dalam buku ini pun unik semua. Yang paling unik adalah tokoh Abby. Gaya berpakaiannya benar-benar beda dari orang kebanyakan.

Bagian favoritku adalah sewaktu Corax memata-matai Thomas. Rasanya mencekam banget sampai aku merinding bacanya. Juga ketika Gabriel membaca kisah ayahnya, Adam Finley, yang mulai mengetahui bahwa dirinya seorang amicus. Bagaimana Adam bertemu dan melebur dengan ravennya. Di bagian ini, Adam, juga Corax, seperti memiliki kepribadian ganda. Aku berharap penulis lebih banyak megeksplor bagian ini, khususnya saat Gabriel melebur dengan Paladin. Mungkin penulis berpikiran tulisan Adam Finley saat dia melebur dengan amicus-nya sudah memberikan cukup gambaran mengenai proses tersebut, tapi aku pribadi merasa kurang.

Yang patut disayangkan pula adalah bagian ketika Gabriel memulai petualangannya ke Aviopolis. Aksinya melawan Corax nggak begitu istimewa dan cenderung lemah. Apalagi teka-teki yang dipakai Gabriel biasa aja. Gampang. Usaha penulis untuk membagi rata kehebatan dan keturutsertaan setiap tokoh protagonis dalam menyelesaikan misi terlalu mudah ditebak. Jadinya kurang seru. Dan terus terang, aku bosan mendengar para tokoh protagonis ini saling memuji “Kau hebat” berulang kali. I think that’s too much. 

Meski aksinya kurang memuaskan, buku ini mengajarkan banyak hal pada anak-anak, yang merupakan target utama pembaca buku ini. Mereka diajarkan untuk menjadi pemberani, tidak takut untuk menjadi diri sendiri, belajar untuk tidak egois dan saling mendukung sesama.

Buat terjemahannya sendiri, cukup memuaskan. Teka-tekinya nggak kehilangan keunikannya. Di bagian awal memang agak kaku. Bisa dimaklumi. Karena teka-teki ini kan permainan kata, jadi penerjemah harus pintar-pintar menemukan padanan kata yang pas tanpa menghilangkan unsur teka-tekinya. Ada kata yang kuno, seperti pandir dan centang perenang, digunakan di sini. Aku jadi merasa aneh bacanya. Tapi baiklah. Anggap saja ini bentuk melestarikan bahasa Indonesia. Typo-nya ada beberapa namun nggak begitu mengganggu.

Bulan September tahun ini akan keluar buku keduanya. Walau kurang puas dengan petualangan Gabriel di buku kesatu ini, aku pengen mengikuti kelanjutan ceritanya. Semoga petualangannya semakin seru, mengingat apa yang terjadi pada Corax di akhir buku pertama ini. And btw, ini katanya buku anak-anak pertama penulis. Ada Norse Mythology-nya juga (kata reviewer lain).  Jadi aku berharap buku keduanya akan jauh lebih baik lagi.

***

 

Seperti biasa, guys, buku yang habis kubaca ini akan aku jadikan giveaway. Kondisinya baik cenderung bagus, lol. Caranya gampang:

  1. Like review ini, hehe.
  2. Follow blog ini atau follow akun Twitterku. 
  3. Share atau retweet giveaway buku ini (Jangan lupa mention @mollusskka)
  4. Untuk giveaway kali ini, aku nggak kasih pertanyaaan. Tapi aku minta teka-teki atau tebak-tebakan beserta jawabannya. Boleh buatan sendiri atau copy paste. Intinya, hibur aku, lol. Jangan lupa sertakan alamat akun Twitter kalian.
  5. Giveaway ini berakhir tanggal 19 Agustus 2017 dan akan diumumkan di blog ini pada tanggal 20 Agustus 2017, jamnya nggak pasti. Pemenang pun akan dihubungi langsung olehku melalui mention dan/atau DM di Twitter.I’m waiting for your riddle, guys! 

***

 

TOKOH

 

  • Gabriel Finley: Sangat suka teka-teki. Baru menginjak 12 tahun.
  • Bibi Jaz/Jasmine Finley: Bibinya Gabriel. Bekerja sebagai guru sekolah. Bisa bahasa Mandarin.
  • Corax Finley: Paman Gabriel yang sudah menghilang. Bahkan Adam, ayah Gabriel yang merupakan adiknya Corax, nggak tahu kalau dia punya kakak.
  • Adam Finley: Ayah Gabriel yang juga menghilang selama tiga tahun. Kata bibinya, ibu Gabriel juga menghilang saat Gabriel masih bayi.
  • Somes Grindle: Teman sekelas Gabriel yang suka nge-bully Gabriel.
  • Ms. Cumacho: Guru Gabriel.
  • Addison Sandoval: Teman sekelas dan juga tetangga Gabriel.
  • Paladin: Raven yang menjadi amicus Gabriel.
  • Baldasarre: Kakek Paladin. Dia juga adalah amicus-nya Adam.
  • Huginn: Raven raja yang lebih blakblakan.
  • Muninn: Raven raja yang lebih bijak.
  • Endora: Ibunya Paladin.
  • Bertolt: Raven
  • Abigail Chastain/Abby: Tetangga baru Gabriel. Dia menempati rumah Addison. Dia juga sekelas dengan Gabriel. Penampilannya unik banget dan juga suka teka-teki.
  • Trudy Baskin: Teman semasa kecil Bibi Jaz. Sangat mengidolakan Corax.
  • Pamela Baskin: Anaknya Mrs. Baskin.
  • Viv: Kakak Abby.
  • Twit: Burung pipit kecil cokelat.
  • Sayapperak: Amicus-nya Corax.
  • Matasatu: Valraven, umurnya ratusan tahun.
  • Cromwell: Valraven yang kepala dan tubuhnya terpisah.
  • Mr. Pleshette: Pemilik toko benda aneh dari seluruh dunia.
  • Mr. Crawfin: Amicus Mr. Septimus.
  • Mr. Septimus Geiger: Teman Adam dan juga “pengikut” Corax.
  • Sayaptimpang: Raven berbulu ekor bengkok dan berkaki pincang. Yatim piatu yang ditangkap Mr. Pleshette sebelum menetas. Belum pernah melihat induknya.
  • Tuberius: Burung rajawali yang membawa batu druid.
  • Ulyssa: Angsa Romawi yang merupakan pemilik asli batu druid.
  • Caruso: Burung hantu bertanduk besar yang bertugas mengawal Gabriel.
  • Arturo: Sahabat ayah Somes, teman sekantor.
  • Snitcher: Burung robin yang merupakan bawahan Corax.

SETTING

 

  • Brooklyn lama: Tempat tinggal Gabriel.
  • Aviopolis: Kota di bawah tanah yang dibangun para kurcaci ketika mereka kalah perang.
  • Quinn Bakery: Tempat ayah Somes bekerja.

 

 

ISTILAH

 

  • Amicus: Manusia teman raven. Sama dengan raven, amicus juga menyukai teka-teki. Dia bisa berbagi pikiran dengan raven tanpa harus berbicara. Raven dan Amacus akan melebur: menyatu, terbang bersama.
  • Valraven: Bahaya terbesar untuk raven. Valraven mirip dengan raven, tapi sangat berbeda. Dikutuk hidup abadi, mereka juga makhluk getir yang bengis. Tak ada yang lucu bagi valraven.
  • Torc: Kalung perak yang bisa mengabulkan keinginan.

 

TEKA-TEKI

 

  • Kapan mata tak dapat melihat?
    Ketika bertemu sapi (mata sapi) (Hal. 14)
  • Aku paling depan di rahang, ketiga di kerongkongan, terakhir di bibir, tapi tak ada di pipi. Siapakah aku? — Bibir. (Hal. 14)
  • Mataku satu, tak melihat.
    Ekor panjangku mengikat
    Dokter dan tukang sepatu jadi teman
    Kancingmu ‘kan kurapikan
    Apakah aku? – Jarum (Hal. 34)
  • Terbang tapi tak bersayap? – Waktu (Hal. 39)
  • Raven punya satu, valraven punya dua, manusia tidak punya. Apa itu?
    Huruf V (Hal. 43)
  • Di tiap rumah ada aku
    Kau tidak bisa masuk tanpaku,
    Kecuali aku kau beri
    Makanan dari tembaga atau besi – Batang kunci (Hal. 44)
  • Semua kukenai,
    Semua tanpa kecuali,
    Tapi aku dibenci — Flu (Hal. 72)
  • Semua menoleh padaku
    Karena aku sang pemandu
    Toh karena angin semilir
    Aku berubah pikian.
    Apakah aku? – Penunjuk arah angin (Hal. 74)
  • Apa yang kau ambil dari orang lain, padahal kau punya? – Hati (Hal. 135)
  • Siapa yang muncul saat sarapan, datang lagi makan siang, tapi tidak pernah makan malam? – Huruf ‘s’ (Hal 164)
  • Apa bedanya pemalu dan penjilat
    Pemalu buang muka, penjilat cari muka (Hal. 168)
  • Apa yang berlidah dan berbunga, tapi tak berdaun? — Api (Hal. 171)
  • Kapan pun aku mendekat, kau melambai, tapi kita bukan teman. – Lalat (Hal. 192)

 

 

QUOTES

 

“Ada waktu yang tepat untuk setiap jawaban, seperti masanya buah menjadi ranum. Lebih baik jawabanku manis, bukan getir.”

(Bibi Jaz, hal. 18)

 

“Merpati menimbun uang. Karena itulah mereka selalu mematuki celah trotoar. Mereka mengumpulkan uang logam dan menumpuknya di sarang, lalu membanggakan apa yang mereka punya.”

(Endora, hal. 93)

 

“Otak burung pipit begitu kecil sehingga tak ingat semua kebohongannya sendiri.”

(Narator, hal. 94)

 

 “Gabriel, waktu ayahmu menemukan raven, dia berubah selamanya – seperti perubahan Corax. Hidupmu pun takkan sederhana lagi.”

(Bibi Jaz, hal. 140)

 

Dialogue (Hal. 160)

Corax: Aku tak mengerti dirimu, Adik. Kenapa kau lepaskan kesempatan memiliki kalung yang mengabulkan semua keinginan?
Adam: Karena benda itu tak pernah membahagiakan. Para kurcaci menciptakannya untuk menuai kejahatan, kesengsaraan, dan balas dendam.”

 

“Bila kau tinggal bersama orang yang berteriak-teriak dan marah tanpa sebab, mausoleum sepertinya tempat paling damai di dunia.”

(Narator)

 

“Sekarang kalian paham, semua permintaan bisa menjebak. Bahkan pemilik torc pun tidak aman dari kecohannya.”

(Adam Finley, hal. 352)

 

“Inilah sisi buruk sihir hitam, kau tahu. Dia ambil milikmu yang paling berharga dan akan selalu kau rindukan.”

(Adam Finley, hal. 398)

***

 

 

Penulis: George Hagen

Penerbit: Metamind, Creative Imprint of Tiga Serangkai

Tahun Terbit: 2016 

Tebal: 400 Halaman

Edisi: Paperback

Harga: Rp 67.000

Rating: 3 dari 5 Bintang

 

 

 

Ditulis oleh

Sometimes She's in the Mood for Books, for Movies, for TV Series, for Music, to Write, or Doing Nothing at All and Be DEAD. She Just Goes with Her Own Speed. But Sure She'll Try Her Best to Catch Up with the World.

6 thoughts on “Gabriel Finley & The Raven’s Riddle

  1. Halo mbk eka 😀😀😁😁 kalau ngomongin teka-teki jadi inget house pride ku di potterhead dan bagian asrama populer di Harry potter yang mana salah satu kata kunci buat masuk asramanya pakai riddle aka teka teki buat masuk heheheh dan baru ku sadari juga masih ada hubungan sama raven juga 😀😀😀 *maafkeun intermezzo panjangnya*

    Well untuk teka teki aku ga gitu pintet bikinnya, jadi ini teka-teki favorite yg salah satu riddle dari asrama di HP,,
    1. Pertanyaan apa yang tidak pernah menjawab? (Pertanyaan)
    2. Apa yang slalu datang tetapi tidak pernah tiba? (Hari esok)

    Garing ya riddle pilihanku? 😅😅😅 semoga mbk eka terhibur 😘😘😘

    Disukai oleh 1 orang

  2. Hai mbak aku nggak bisa like reviewnya karena nggak punya akun wordpress. Jadi, aku love aja di Twitter ya haha *nawar*

    Tebak:

    Apa/siapa yang kalo nyebrang jalan nggak perlu nengok kiri-kanan?

    Jawaban: Ayam. Karena matanya udh ada di kiri & kanan bukan di depan 😸

    Twitter @sitasiska95

    Disukai oleh 1 orang

  3. + Lampu apa yang jika di pecahin keluar orang?
    – Lampu Tetangga.

    + Panda apa yang imut, manis, gemesin, dan juga nggak ngebosenin?
    – Panda-ngin aku saja sampe puas.

    hehe

    @justikal

    Disukai oleh 1 orang

  4. Q: Pintu apa yang mau di dorong 10 orang juga nggak bakalan kebuka?

    A: Pintu Geser 😀

    Q: Jika pemiliknya berdiri dia kan berbaring, tapi jika pemiliknya berbaring dia akan berdiri. Apakah itu?

    A: Telapak kaki

    Twitter: @nunaalia

    Disukai oleh 1 orang

  5. Hai, teman-teman. Makasih ya udah ikutan giveaway di blogku. Kiriman teka-tekinya benar-benar menghibur. Namun di antara teka-teki tersebut, aku paling terhibur sama teka-teki yang jawabannya LANGIT. Sederhana tapi cerdas. So, Dinan, you are the winner of this giveaway!!! Buat yang belum beruntung, don’t be sad. Masih ada giveaway lain di blogku, kok. Banyak!
    See ya’ll on my next giveaway 🙂

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s