Loved You Before I Met You

Aku tak memerlukan banyak waktu untuk mendapat jawaban atas apa yang terjadi dengan perasaanku. Memikirkanmu, itulah yang kulakukan setiap hari. Menghabiskan waktu bersamamu, aku sungguh menikmatinya.

Aku akan membenci hari esok jika hanya hari ini kita bisa menghabiskan waktu bersama. Hatiku terus saja bicara, sementara mulutku membisu. Karena melihatmu saja membuatku gugup, sampai mulut yang bergerak hanyalah sebatas celotehan tak berguna. Sayangnya aku mulai lelah bersembunyi dan berpura-pura tak terjadi apa pun dengan hatiku. Setelah kupikir, mungkin inilah saat yang paling tepat.
Aku mencintaimu sejak dulu hingga sekarang.

~~~

Meski tidak pernah benar-benar diacuhkan, mimpi-mimpi itu terasa mengganggu Hyo Ra. Tidak pernah tercetus niat untuk memasukkan Ha Joon ke dalam alam mimpinya karena dalam dunia nyata, pertengkaran demi pertengkaran telah memberi mereka jarak.

Akan tetapi, bagaimana jika mimpi-mimpi itu bukanlah bunga tidur biasa dan mengantarkan Hyo Ra pada kenyataan yang tidak ia duga?

***

Ini adalah buku penulis lokal dengan tokoh dan latar Korea ketiga yang kubaca. Nggak jauh berbeda dengan kedua novel sebelumnya, buku ini berkisah tentang romansa dua anak muda (tiga, deng) yang dibumbui pertengkaran kecil nan menggemaskan khas drama Korea.

Cara penulis mengolah cerita cukup menarik. Aku suka dengan gaya penulisannya. Nuansa Koreanya dapat banget. Aku juga senang waktu penulis membahas soal taman azalea, bersepeda, dreamwalking, kecintaan Ha Joon pada kamera polaroid dan kebiasaan uniknya yang doyan masuk ke kolong tempat tidur. Aku nggak nyangka kalau ada fakta menarik dari kebiasaan Ha Joon tersebut. Kirain dia cuma punya kebiasaan “aneh” aja, lol. Sebagai orang yang juga mencoba menulis, menciptakan karakter yang kuat dengan kebiasaannya yang unik itu sesuatu yang sulit. Maka kemampuan penulis untuk menciptakan karakter Ha Joon yang kuat dan unik patut dipuji. Aku suka banget sama karakter Ha Joon.

Seandainya penulis mau lebih banyak bercerita tentang dreamwalking-nya Ha Joon dan juga penyakit yang diderita Ha Joon, pasti cerita ini akan semakin menarik. Kelihatannya sakitnya Ha Joon parah. Apa karena keterbatasan halaman ya?

Setelah selesai baca, aku semakin menyadari kalau cerita ini dibalut dengan sejumlah misteri. Dan itu sesuatu yang bagus karena bikin aku penasaran sampai akhir cerita. Sayangnya, misteri utamanya menurutku dasarnya benar-benar lemah. Bagaimana mungkin Hyo Ra nggak kepikiran sedikit pun kalau orang yang menebar foto itu adalah Ha Joon, sedangkan dari awal cerita nggak pernah diceritakan kalau Soo Jin juga suka memotret? Penjelasan bahwa Ha Joon nggak pernah mengambil gambar Hyo Ra rasanya nggak cukup untuk membenarkan pemikiran Hyo Ra tersebut. Apalagi sebelumnya Hyo Ra berbicara dengan Soo Jin, lalu dia berlari meninggalkannya ke dalam kelas untuk mengejar si penebar foto tersebut. Sesampainya di atap gedung, malah ada Soo Jin di sana dan dengan mudahnya Hyo Ra percaya bahwa Soo Jin lah yang membuat pengakuan cinta dalam foto tersebut. Lupakah Hyo Ra bahwa di hari sebelumnya Ha Joon pernah mengungkapkan bahwa dia akan membuat pengakuan besok? Entah soal tulisan tangan dalam lembar foto tersebut karena nggak diceritakan. Tapi sebagai teman dekat, setidaknya Hyo Ra harusnya digambarkan mengenal Ha Joon lebih baik lagi. Salah satunya dari bentuk tulisannya.

Mungkin ini salah satu kelemahan dari sudut pandang orang pertama. Hyo Ra nggak bisa melihat jalan mana yang diambil Soo Jin. Kali aja dia tahu jalan singkat menuju ke gedung. Tapi tetap saja aku merasa dasar misterinya lemah. Dan lembar Actually mengenai penjelasan Soo Jin pun nggak banyak membantu. Kenyataan ini membuat sosok Hyo Ra tampak nggak menarik.

Cerita dalam buku ini nggak cuma fokus pada ketiga tokoh tersebut. Ada tokoh Kim Eun Sul dan Soo Mi yang memberikan misteri lain selain kisah romansa Hyo Ra, Ha Joon dan Soo Jin. Aku berharapnya sih lebih dikaitkan lagi dengan kisah utamanya biar lebih menarik dan penyelesaiannya nggak secepat itu. Biar kerasa nuansa persahabatan Hyo Ra dan Eun Sul. Dan kayaknya kalau nggak ada tokoh Soo Mi pun nggak masalah karena nggak begitu banyak berpengaruh. Kecuali sebagai pengalih perhatian mengenai sosok pencuri tersebut. And btw, epilognya agak membingungkan sih menurutku. Nggak semua bagian sih, cuma beberapa.

Seperti yang sedikit kutulis di atas, nuansa Koreanya dapat banget. Baca novel ini membuatku merasa seperti berada di Korea. Tapi… ada beberapa penggunaan istilah Korea yang kurang tepat. Contohnya:

  1. Ahjjuma. Ha Joon dan Hyo Ra sudah lama saling kenal, jadi seharusnya mereka memanggil ibu teman mereka dengan sebutan eomeoni bukan Ahjjuma lagi. Ahjjuma itu kesannya berjarak banget. Biasanya sih itu buat manggil ibu-ibu yang nggak kita kenal  di jalan. Kalau Soo Mi wajar memanggil ibunya Hyo Ra dengan sebutan Ahjjuma. 
  2. Annyeonghi jumuseyo. Frasa ini sebenarnya artinya selamat tidur. Jadi penggunaannya nggak tepat jika dipakai untuk mengucapkan selamat malam. Dalam bahasa Korea, ucapan selamat pagi, selamat siang dan selamat malam itu sama, yaitu Annyeonghaseyo. Paling bedanya cuma di akhirannya aja, bergantung dengan siapa kita bicara.
  3. Ahjussi. Ketika melihat arti kata tersebut di catatan kaki, yaitu paman, aku merasa lebih cocok pakai samchon. Pasti paman yang dimaksud adalah paman kandung.

Selain itu typo-nya juga lumayan banyak. Meski begitu, aku cukup menikmati cerita ini. Semoga bisa menelurkan karya lagi ya, Lina Ramda. Dan terima kasih udah mau kasih tanda tangan dan kata-kata cantik di novelku. Entah kapan aku bisa menelurkan karya seperti kamu.

***

It’s giveaway time! Aku punya tiga eksemplar novel Loved You Before I Met You karya Lina Ramda untuk tiga orang pemenang. Ada tanda tangannya juga, lho. Plus kata-kata cantiknya langsung dari goresan pulpen penulisnya. Caranya gampang:

  1. Like review ini.
  2. Follow akun Twitterku (@mollusskka) dan akun Twitter Lina Ramda (@linaramda)
  3. Retweet giveaway buku ini yang udah aku sematkan di profil Twitterku.
  4. Jawab pertanyaan berikut: Sebutkan satu tokoh cowok dalam drama Korea yang paling kalian suka beserta alasannya (Itu berarti harus disebutkan juga judul dramanya ya, siapa tahu aku jadi pengen nonton, hoho). Jangan lupa sertakan alamat akun Twitter kalian.
  5. Giveaway ini berakhir tanggal 28 Agustus 2017 dan akan diumumkan di blog ini pada tanggal 29 Agustus 2017, jamnya nggak pasti. Pemenang pun akan dihubungi langsung olehku melalui mention dan/atau DM di Twitter. So, selamat membayangkan tokoh pujaan kalian, guys! Jangan cuma dibayangkan aja, tentunya. Tapi dituliskan juga di kolom komentar. 😉

***

 

 

TOKOH

 

 

  • Song Hyo Ra: Tokoh utama. Umurnya 18 tahun.
  • Kang Ha Joon: Sahabat Hyo Ra dari kecil. Tetanggaan. Satu kelas juga.
  • Kim Eun Sul: Sahabat Hyo Ra
  • Kang Soo Jin: Suka sama Hyo Ra. Pemain bulu tangkis.
  • Hye Rim: Junior penggemar Ha Joon
  • Kang Soo Mi: Adik Kang Soo Jin. Pelanggan setia toko kue ibu Hyo Ra.

 

 

NUKILAN

 

 

“Orang bilang azalea adalah simbol keikhlasan, dia akan tetap tumbuh meski tidak ditanam. Dia akan tetap mekar meski tidak disiram. Dan itu yang terjadi dengan perasaanku padamu, cintaku akan tetap ada dan berkembang meski kau tidak pernah mencintaiku.”

(Kang Ha Joon, hal. 33)

 

“Cinta memang selalu membuat korbannya menjadi gila. Mereka hanya perlu mencari cara bagaimana cinta bisa sampai tepat sasaran. Jika cinta tidak pernah sampai, lalu apa yang harus dilakukan? Kupikir hanya dua hal, berhenti atau berlanjut, bahkan sampai perasaan itu menyerah sendiri.”

(Song Hyo Ra, hal. 40)

 

“Aku tak memerlukan banyak waktu untuk mendapat jawaban atas apa yang terjadi dengan perasaanku. Memikirkanmu, itulah yang kulakukan setiap hari.”

(Unknown, hal. 78)

 

“Menghabiskan waktu bersamamu, aku sungguh menikmatinya. Aku akan membenci hari esok jika hanya hari ini kita bisa menghabiskan waktu berdua.”

(Unknown, hal. 79)

 

“Jika terlanjur mencintai seseorang, akan sulit untuk mengubah perasaan itu menjadi sebuah kebencian.”

(Song Hyo Ra, hal. 126)

 

Dialog (Hal. 155)

Hyo Ra: Ketika kau berada di sampingku, sejujurnya aku terkadang lupa dengan keberadaanmu. Namun saat kau bergerak menjauh, di saat itulah aku selalu memikirkanmu.
Ha Joon: Kalau begitu pilihanku tepat, menjauhimu agar kau memikirkanku.”

 

“Saat kita telah memiliki kisah masing-masing, apakah kisah kita harus berakhir begitu saja? Aku telah berjanji pada diriku sendiri untuk tetap berjalan di sampingmu meski seseorang berdiri di antara kita dan bergerak mengikuti kita.”

(Song Hyo Ra, hal. 156)

 

“Jika kau berteman dengan seseorang dalam waktu yang sangat lama, lalu hubungan kalian renggang karena ada sebuah hubungan lain, bukankah itu menyedihkan? Aku dan Ha Joon telah melakukan banyak kebiasaan sejak kami kecil. Karena itu, aku tidak mau seorang pun menghentikan kebiasaan kami.”

(Song Hyo Ra, hal. 159)

 

“Saat aku mendekatimu, itu karena kau kekasihku. Tapi saat aku mendekatinya, itu karena dia teman baikku. Kau mengerti?”

(Song Hyo Ra, hal. 162)

 

“Ketika seseorang bersikap berlawanan dengan perasaannya, setelahnya dia sering menyesali sikapnya dan hanya bisa berharap dia mengalami kesempatan lain untuk bisa jujur dengan perasaannya. Bukankah setiap orang memiliki dua kehidupan di dunia? Kehidupan nyata dan kehidupan ketika dia sedang bermimpi. Temanmu berpikir bahwa jika dalam kehidupan nyata dia tak bisa melakukannya, tapi dalam mimpi dia bisa.”

(Peramal, hal. 165)

 

“Dreamwalking adalah kemampuan seseorang untuk masuk ke dalam mimpi orang lain. Temanmu memiliki kekuatan jiwa yang besar untuk berusaha jujur padamu. Itu sebabnya dia bisa mengalami dreamwalking.”

(Peramal, hal. 166)

 

“Berpura-pura membenci seseorang lebih menyakitkan dibandingkan berpura-pura menyukainya.”

(Kang Ha Joon, hal. 170)

 

“Cinta tidak memandang siapa dan bagaimana dia mencintaimu. Cinta hanya memandang seberapa nyaman kau dengannya.”

(Kim Eun Sul, hal. 200)

***

 

 

Penulis: Lina Ramda

Penerbit: Media Pressindo

Tahun Terbit: 2017

Tebal: 224 Halaman

Edisi: Paperback

Harga: Rp 45.000

Rating: 3 dari 5 Bintang

 

 

 

 

 

 

 

Ditulis oleh

Sometimes She's in the Mood for Books, for Movies, for TV Series, for Music, to Write, or Doing Nothing at All and Be DEAD. She Just Goes with Her Own Speed. But Sure She'll Try Her Best to Catch Up with the World.

8 thoughts on “Loved You Before I Met You

  1. Karakter pria dalam drama yg sampai sekarang masih membekas sih, ada di drama Can You Hear My Heart, namanya Cha Dong Joo diperankan oleh Kim Jaewon. Dong Joo nya putih banget kaya vampir wkwk terus senyumnya juga bikin salfok, cerita nya keluarga gitu, 30 episode. Drama tahun 2011 sih, tapi rekomendasi he he.

    Disukai oleh 1 orang

  2. Sebenarnya aku jarang nonton drama Korea. Tapi waktu itu pernah lihat PP Bbm teman gambar K-drama Descendants of the Sun, waktu itu masih tayang di Korea sana dan belum masuk Indo. Karena temanku itu addict K-drama banget jadi dia selalu update. Dan hasil ‘hasutannya’ itu bikin aku tertarik nonton, apalagi tokoh ceweknya Song Hye Kyo favorit aku. Dan dilihat-lihat tokoh cowoknya juga bening gitu. Jadi deh tertarik beneran dan nonton. 😀

    Dan tokoh Yoo Si Jin si Big Boss dalam K-drama Descendants of the Sun itu sukses bikin aku suka! Selain ganteng, gaya dan pembawaannya juga asik. Sebagai tentara militer yang setia pada pekerjaannya dalam membela negara, sikapnya selalu serius dan berani saat bertugas. Tapi uniknya dalam kehidupan sehari-hari, Yoo Si Jin adalah sosok yang easy-going dan suka bercanda. Ia juga nggak pernah malu-malu untuk ungkapin isi hatinya ke orang yang dia suka. Bahkan itu terkesan romantis juga lucu, karena dia juga sedikit konyol.

    @nunaalia

    Disukai oleh 1 orang

  3. Salah satu tokoh pria dalam k-drama yang berkesan adalah Park Soo-ha yang dimainkan oleh Lee Jong Suk. Judul dramanya ‘I can hear your voice’. Park Soo-ha ini punya kelebihan bisa mendengarkan apa yang dipikirkan seseorang. Saat masih kecil, dia hampir menjadi korban pembunuhan ketika seorang sopir truk menabrak kendaraan yang ditumpangi olehnya beserta sang ayah. Kejadian ini saya duga agak mirip dengan sopir truk di negara kita tentang prinsip sebuah kecelakaan antara truk dengan kendaraan lain. Maksudnya..bila seorang sopir truk dinyatakan bersalah karena menabrak kendaraan lain dan korban dinyatakan meninggal di tempat, hanya uang santunan kematian yang perlu diberikan oleh si sopir kepada keluarga korban. Sayangnya, bila korban mengalami cacat permanen (tidak meninggal), maka sang sopir berkewajiban membayar seluruh biaya perawatan selama waktu yg tak ditentukan dan bisa jadi jumlahnya sangat besar. Nah di drama ini, si sopir pelaku tabrakan ingin melenyapkan para korbannya. Pada waktu si sopir hendak menghabisi park soo ha kecil, ada gadis kecil seusia SMP berteriak mengalihkan perhatian sopir. Tentu saja si gadis lolos dan bersedia menjadi saksi atas tindakan yang ada. Serunya, park soo ha kecil tumbuh menjadi dewasa dan melindungi si gadis dari balas dendam sopir yang telah bebas dari penjara. Oiya, ini salah satu drama noona-dongsaeng yang menarik. 🙂

    Sejak drama itu saya cukup mengikuti perkembangan Lee Jong Suk bermain peran 😀 Memang ga semua berhasil dilihat, tapi ternyata aktor ini lumayan menarik perhatian. Apalagi dia sering mengambil karakter cerita fantasi yang selain menghibur kadang bikin sedikit ‘berkerut-kerut’, misal drama pinochio dan W. Dua aktor lain yang juga menarik karena lebih senior dan mengambil peran beragam, ada Gong Yoo dan Le Min Ki.

    Disukai oleh 1 orang

  4. Hwang Baek Hyun – Master of Study/God of Study

    Hwang Baek Hyun ini masuk dalam daftar 5 orang terbodoh di sekolah. Udah gak ada harapan lagi. Masalahnya dia bukan bodoh aja, dia juga berandalan. Beneran cocok buat di DO dari sekolah
    Tapi sekeras apa pun Hwang Baek Hyun berharap dia di-DO, tetap gagal. Neneknya mohon-mohon sama pihak sekolah untuk gak ngeluarin Baek Hyun dari sekolah. Gak mau cucunya punya masa depan yg jelek.
    Tapi ternyata Baek Hyun punya alasan sendiri kenapa dia gak mau sekolah lagi. Dia cuma punya neneknya. Dari kecil neneknya yang jagain dia. Dan sekarang neneknya udah tua, Baek Hyun pengen gantian jagain neneknya. Dia gak mau neneknya capek kerja demi dia. Dia juga takut neneknya kenapa-kenapa karena gak ada yang jagain. Menurutku karakter Hwang Baek Hyun ini langka, makanya aku suka dia.

    @fira_yoopies

    Disukai oleh 1 orang

  5. Wang So di drama Scarlet Heart : Moon Lovers. Pemerannya itu Lee Jun Gi 😍

    Ok di luar pemerannya siapa, yang buat saya suka sama tokoh Wang So ini.. Dia itu sosok yang tegar, di kala semua pangeran (saudaranya) hidup enak di istana dia justru diasingkan di keluarga lain di luar istana, dan yang mengasingkannya Ibu kandungnya sendiri! Walaupun hidup di lingkungan yang berbeda dengan saudara-saudara lainnya, tapi dia sayang banget sama mereka, dia siap membela saudaranya jika mereka terancam bahaya. Dan dia itu berbakti sama orang tua, bahkan dia nggak menaruh benci pada ibunya yang jelas-jelas sudah membuangnya sejak kecil *sad*

    Oke maybe segitu dulu mbak, nanti kalau makin spoiler mbaknya kepincut sama Wang So, hehe (padahal nggak tau mbaknya udah nonton belum). Semoga kali ini saya beruntung! ^_^

    Akun Twitter @Lievadiar

    Disukai oleh 1 orang

  6. Teman-teman, makasih ya udah berbagi tokoh favorit cowok dalam drakor yang kalian tonton. Jadi pengen nonton, terutama yang Master of Study. Beruntung kali ini akan dipilih tiga pemenang dan pemenang tersebut adalah: FIRAA09, ALFATH, dan @nunaalia. Selamat ya, Guys. Nanti aku kirim DM.
    Buat yang belum beruntung, please, don’t be sad. Masih akan ada giveaway lain setelah giveaway ini. So, keep fighting! See ya on my next giveaway!!!

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s