Million Yen Women S1 : E1 – The Mysterious Million Yen Women

Million Yen Women ini adalah series coba-coba yang sengaja kupilih biar tontonanku beragam. Nggak melulu series Amrik, tapi diselingi juga series dari Asia. Sengaja juga kupilih series dari Jepang karena aku miskin series Jepang. Ada pun dulu waktu zaman aku masih kecil, yaitu series Oshin dan RinduRindu Aizawa. Kalau kartun sih kadang aku nonton. Tapi nggak ngikutin banget, juga.

Dari judulnya aja, series ini udah bikin penasaran banget. Million Yen Women? Apa, coba? Akhirnya jadilah aku download series ini. Bak dapat bonus, aku semakin antusias begitu tahu tokoh utamanya adalah seorang penulis. Rasanya kayak jodoh aja sama series ini. Udah gitu tampangnya mirip-mirip Haruki Murakami, lol. Mungkin aja Murakami pun wajahnya seperti itu waktu muda.

Million Yen Women (6)

Meski aku nggak tahu banyak soal series Jepang, tapi ada beberapa film Jepang yang udah aku tonton. Nuansanya biasanya sunyi. Nah, episode satu series ini pun sama. Sepi banget. Untungnya misteri mengenai lima wanita yang tinggal di rumah Shin Michima, si tokoh utama, masih membuat aku tertarik nonton seriesnya. Lima wanita itu mengaku datang ke rumah Shin karena mendapat undangan. Padahal Shin nggak pernah mengirim undangan apa pun. Yang paling mengejutkan, masing-masing cewek tersebut selalu bayar uang sewa rumah ke Shin sebanyak 1 juta yen tiap bulannya. Shin yang hidupnya melarat, benar-benar terbantu oleh hal tersebut. Makanya dia nggak banyak protes, termasuk ketika salah satu dari mereka menyuruhnya untuk menyingkirkan altar almarhumah ibunya.

Cerita mulai menarik waktu Shin tertidur dan bermimpi. Di mimpi tersebut dia melihat sesosok lelaki membawa pisau yang berlumur darah. Keadaan di sekitar Shin benar-benar gelap dan mencekam. Serius, deh. Jepang selalu pintar bikin adegan menakutkan macam gini. Rosemary’s Baby aja kalah.

Ternyata sosok tersebut adalah ayahnya yang membunuh ibunya. Bukan cuma ibunya, ayahnya juga membunuh dua orang lainnya di saat dan di tempat yang sama. Sekarang ayahnya ada di penjara, menanti hukuman mati. Ada sebuah dialog yang bilang kalau kelima wanita misterius itu datang untuk mengungkap rahasia di balik pembunuhan itu.

Aku coba nyari lagi dialog itu (Btw, aku nonton ini beberapa hari yang lalu tapi nggak langsung kubuat review-nya), tapi kok nggak ada ya? Padahal aku yakin ada dialog itu di episode satunya. Memang sih aku nyarinya random. Semoga aku nggak cuma mengkhayalkan atau menduga-duga dialog itu, lol.

Series ini sepertinya akan seru. Penuh misteri pula. Entah siapa yang suka kirimin fax ke Shin, yang isinya semacam kecaman. Musiknya juga bikin tegang, kecuali yang bagian akhir itu nggak begitu cocok, menurutku. Kenapa musiknya harus begitu? Seolah ayah Shin adalah seorang pahlawan.

Hal menarik lainnya dari series ini adalah kehadiran seekor kucing yang superlucu. Ngegemesin banget. Aktingnya pun bagus! XD

Million Yen Women (9)

Btw, di IMDb judulnya bukan Million Yen Women, tapi masih pake judul aslinya, yaitu 1,000,000 yen no Onnatachi. Selain itu data-datanya juga masih belum begitu lengkap. Semoga ada yang mau melengkapi. Netflixnya langsung, mungkin?

***

 

 

MY FINE LINE

 

 

“The flavor is ambiguous, like you.”

(Minami Shirakawa)

 

“There are several rules governing our life here. First of all, I can’t ask the women any questions. I also can’t enter their rooms. Everyone has to eat dinner together. I have to look after all the women. Also, there five women each pay me a huge rent of one million yen.”

(Shin Michima)

 

“No, that’s not true. Like I just said, all you need is the right chance. I believe in your talent.”

(Seiji Sakurai)

 

“I’ve been living with five women for six months. I’m used to it now. Minami Shirakawa, age 30. Hitomi Tsukamoto, age 26. Yuki Kobayashi, age 24. Nanaka Hiraki, age 20. Midori Suzumura, age 17. They’re all young women, but it doesn’t bother me. It doesn’t bother me… but… I‘m getting… horny.

(Shin Michima)

 

“I wonder what it feels like to be a successful author. I follow one rule for my unsuccessful novels. The rule is… nobody dies in my novel.”

(Shin Michima)

 

“A man may think he’s making love to a woman, but a woman is making love to him. Remember that.”

(Minami Shirakawa)

 

“In the novels that I write, nobody dies. The reason for it is simple. It’s because… my father is a murderer.”

(Shin Michima)

***

 

 

MY BEST SHOT

 

 

***

 

 

Sutradara: Michihito Fujii

Penulis Skenario: Yoshitatsu Yamada, Yoshimiko Murooka, and Yuuya Nakazono

Berdasarkan Manga Karya Shunjû Aono: “100 Man Yen No Onna Tachi” 

Musik: Shinco & Yusuke Tsutsumi

Tayang Perdana: 14 April 2017

Durasi: 24 Menit

Nonton di: Netflix

Rating: 4 dari 5 Bintang

Ditulis oleh

Sometimes She's in the Mood for Books, for Movies, for TV Series, for Music, to Write, or Doing Nothing at All and Be DEAD. She Just Goes with Her Own Speed. But Sure She'll Try Her Best to Catch Up with the World.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s